cara membuat surat izin sekolah
Cara Membuat Surat Izin Sekolah: Panduan Lengkap dan Praktis
Membuat surat izin sekolah merupakan keterampilan penting yang perlu dikuasai oleh siswa, orang tua, atau wali murid. Surat ini berfungsi sebagai pemberitahuan resmi kepada pihak sekolah mengenai ketidakhadiran siswa karena alasan tertentu. Surat izin yang baik harus ditulis dengan jelas, sopan, dan informatif agar dapat diterima dan dimengerti oleh pihak sekolah. Berikut adalah panduan lengkap dan praktis mengenai cara membuat surat izin sekolah yang efektif:
1. Memahami Tujuan dan Pentingnya Surat Izin Sekolah
Sebelum menulis surat izin, pahami terlebih dahulu mengapa surat ini penting. Surat izin bukan hanya sekadar pemberitahuan, tetapi juga bentuk komunikasi yang menunjukkan tanggung jawab dan menghargai peraturan sekolah. Surat izin yang baik akan membantu:
- Menghindari Absen Tanpa Keterangan (Alfa): Ketidakhadiran tanpa surat izin dapat dicatat sebagai absen alfa, yang dapat mempengaruhi nilai dan catatan kehadiran siswa.
- Memberikan Informasi yang Jelas: Surat izin memberikan informasi detail mengenai alasan ketidakhadiran, sehingga pihak sekolah dapat memahami situasi siswa.
- Menjaga Komunikasi yang Baik: Surat izin menjadi bukti komunikasi antara orang tua/wali murid dengan pihak sekolah, menjaga hubungan yang harmonis.
- Menunjukkan Tanggung Jawab: Menulis surat izin menunjukkan bahwa orang tua/wali murid bertanggung jawab atas kehadiran anak di sekolah.
2. Menentukan Format dan Struktur Surat Izin Sekolah
Format surat izin sekolah umumnya mengikuti format surat resmi. Berikut adalah struktur umum yang perlu diperhatikan:
- Kepala Surat (Opsional): Jika menggunakan kop surat keluarga atau pribadi, letakkan di bagian paling atas surat.
- Tanggal Surat: Tulis tanggal surat dibuat di pojok kanan atas. Format tanggal yang umum digunakan adalah (Tanggal Bulan Tahun). Contoh: 26 Oktober 2023.
- Tujuan Surat: Tulis kepada siapa surat itu ditujukan. Contoh:
- Kepada Yth. Bapak/Ibu Wali Kelas [Kelas Siswa]
- Kepada Yth. Bapak/Ibu Guru [Mata Pelajaran]
- Kepada Yth. Kepala Sekolah [Nama Sekolah]
- Salam Pembukaan: Gunakan salam pembuka yang sopan. Contoh: “Hormat kami,”
- Isi surat: Bagian terpenting dari surat, berisi informasi mengenai ketidakhadiran siswa.
- Salam Penutup: Gunakan salam penutup yang sopan. Contoh: “Hormat saya,” atau “Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.”
- Tanda tangan dan Nama Lengkap: Tanda tangan orang tua/wali murid (atau siswa jika sudah dewasa) dan tuliskan nama lengkap di bawahnya.
3. Menyusun Isi Surat Izin Sekolah yang Efektif
Isi surat harus ditulis dengan jelas, ringkas, dan informatif. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu dicantumkan:
- Identitas Siswa: Sebutkan nama lengkap siswa, kelas, dan nomor induk siswa (NIS) atau nomor induk siswa nasional (NISN) jika ada. Contoh: “Dengan ini saya memberitahukan bahwa anak saya, [Nama Lengkap Siswa]kelas [Kelas Siswa]NIS [NIS Siswa]tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari [Hari]tanggal [Tanggal] karena [Alasan].”
- Alasan Ketidakhadiran: Jelaskan alasan ketidakhadiran secara spesifik dan jujur. Hindari alasan yang terlalu umum atau tidak jelas. Contoh:
- Sakit: “Sakit demam dan flu, sehingga perlu istirahat di rumah.” (Sertakan surat keterangan dokter jika diperlukan, terutama untuk sakit yang berlangsung lebih dari 2 hari).
- Acara Keluarga: “Mengikuti acara keluarga di luar kota.” (Sebutkan jenis acara keluarga, misalnya pernikahan saudara, pemakaman, dll).
- Kepentingan Mendesak: “Ada kebutuhan mendesak yang tidak bisa diabaikan.” (Berikan penjelasan singkat tentang persyaratan jika memungkinkan).
- Kunjungan Dokter: “Melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi.” (Sebutkan spesialisasi dokter jika diperlukan).
- Kegiatan di Luar Sekolah: “Mengikuti kegiatan [Nama Kegiatan] yang diselenggarakan oleh [Penyelenggara].” (Sertakan surat undangan atau keterangan dari penyelenggara jika ada).
- Lama Ketidakhadiran: Sebutkan tanggal berapa siswa tidak masuk sekolah. Jika lebih dari satu hari, sebutkan rentang tanggalnya. Contoh: “Tidak dapat masuk sekolah pada tanggal 26 Oktober 2023.” atau “Tidak dapat masuk sekolah pada tanggal 26-27 Oktober 2023.”
- Permohonan Izin: Sampaikan permohonan izin secara sopan. Contoh: “Mohon izin atas ketidakhadiran anak saya.”
- Ucapan Terima Kasih: Ucapkan terima kasih atas perhatian dan pengertian pihak sekolah. Contoh: “Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.”
- Informasi Tambahan (Opsional): Jika ada informasi tambahan yang perlu disampaikan, seperti tugas yang perlu dikumpulkan atau materi pelajaran yang tertinggal, cantumkan di bagian ini.
4. Contoh Surat Izin Sekolah (Sakit)
Berikut adalah contoh surat izin sekolah karena sakit:
[Tanggal Surat]
Kepada Yth.
Bapak/Ibu Wali Kelas [Kelas Siswa]
di Tempat
Dengan hormat,
Dengan ini saya memberitahukan bahwa anak saya, [Nama Lengkap Siswa]kelas [Kelas Siswa]NIS [NIS Siswa]tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari Kamis, 26 Oktober 2023, karena sakit demam dan flu.
Mohon izin atas ketidakhadiran anak saya. Terlampir adalah surat keterangan dokter sebagai bukti.
Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
salam saya,
[Tanda Tangan]
[Nama Lengkap Orang Tua/Wali Murid]
5. Contoh Surat Izin Sekolah (Acara Keluarga)
Berikut adalah contoh surat izin sekolah karena acara keluarga:
[Tanggal Surat]
Kepada Yth.
Bapak/Ibu Kepala Sekolah [Nama Sekolah]
di Tempat
Dengan hormat,
Dengan ini saya memberitahukan bahwa anak saya, [Nama Lengkap Siswa]kelas [Kelas Siswa]tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tanggal 26-27 Oktober 2023, karena mengikuti acara pernikahan saudara di luar kota.
Mohon izin atas ketidakhadiran anak saya.
Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
salam saya,
[Tanda Tangan]
[Nama Lengkap Orang Tua/Wali Murid]
6. Tips Tambahan dalam Membuat Surat Izin Sekolah
- Gunakan Bahasa yang Baku dan Formal: Hindari penggunaan bahasa gaul atau informal dalam surat izin.
- Periksa Kembali Surat Sebelum Dikirim: Pastikan tidak ada kesalahan tata bahasa atau ejaan.
- Sertakan Bukti Pendukung (Jika Ada): Jika alasan ketidakhadiran memerlukan bukti, seperti surat keterangan dokter atau surat undangan, lampirkan bersama surat izin.
- Kirimkan Surat Izin Tepat Waktu: Usahakan untuk mengirimkan surat izin sebelum atau pada hari siswa tidak masuk sekolah.
- Simpan Salinan Surat Izin: Simpan salinan izin tersebut sebagai bukti jika diperlukan di kemudian hari.
- Komunikasikan dengan Guru: Selain mengirimkan surat izin, sebaiknya komunikasikan juga secara langsung dengan guru mata pelajaran terkait tugas atau materi yang tertinggal.
- Perhatikan Kebijakan Sekolah: Setiap sekolah mungkin memiliki kebijakan yang berbeda mengenai surat izin. Perhatikan dan ikuti kebijakan yang berlaku di sekolah anak Anda.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat membuat surat izin sekolah yang efektif, sopan, dan informatif. Hal ini akan membantu menjaga komunikasi yang baik dengan pihak sekolah dan memastikan ketidakhadiran siswa tercatat dengan benar.

